Tradisi Ziarah ke Makam Keluarga Sebelum Ramadhan

Setiap menjelang bulan Ramadhan, banyak tradisi yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia. Salah satunya adalah berziarah ke makam keluarga atau yang biasa kita sebut dengan “nyekar”. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah meninggal dunia, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam keluarga agar tetap terawat dan terjaga kebersihannya.  

Menjelang Ramadhan tahun ini, beberapa tempat pemakaman umum di Kota Jakarta dan sekitarnya dipenuhi warga yang melaksanakan tradisi ini. Biasanya peziarah beserta keluarganya melaksanakan tradisi nyekar menjelang Ramadhan ini rutin setiap tahun.

Banyaknya warga yang datang untuk berziarah, membuat kunjungan ke tempat pemakaman umum meningkat dua kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota, namun juga dari luar kota.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh warga sekitar tempat pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang tempat pemakaman atau menawarkan jasa untuk membersihkan makam tersebut.

Ziarah kubur dianjurkan didalam Islam karena hal itu akan membuat jiwa kita semakin mengingat kematian dan bersiap-siap menghadapinya, selain itu dianjurkan juga dengan tujuan mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia. Perhatikan penjelasan hadits-hadits berikut:

” Sesungguhnya Aku dulu melarang kalian dari ziarah kubur, Dan sekarang telah diijinkan bagi Muhammad SAW untuk berziarah ke makam Ibunya. Karena itu, berziarahlah kalian ke kubur, karena sesungguhnya hal itu mengingatkan akan akhirat.” [HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Albani]

‘Aisyah menuturkan dari Nabi SAW bahwa beliau Bersabda : Jibril berkata, “Sesungguhnya Rabbmu menyuruhmu untuk mengunjungi penghuni baqi’ (kuburan muslimin dikota madinah) dan memohonkan ampun untuk mereka.” [HR. Muslim]

Dari hadits-hadits diatas , maka jelaslah bahwa hikmah disyariatkannya ziarah kubur adalah untuk mengingat akhirat dan mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Yang perlu di perhatikan adalah adab-adab ziarah kubur, karna ini penting untuk kita ketahui. Dan di bawah ini kami rangkum adab-adab berziarah ke pemakaman atau ziarah kubur, yaitu :

  1. Mengingat tujuan utama berziarah
  2. Mengucapkan salam ketika akan masuk ataupun keluar dari area pemakaman dengan maksud mendo'akan kebaikan serta memohon ampunan kepada Allah SWT bagi orang-orang mati dari kaum muslimin, agar mereka di bebaskan dari siksa kubur, dan di beri nikmat di dalam kubur.
  3. Tidak duduk di atas kuburan ataupun bersandar dan menginjaknya. Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan melakukan sholat kepadanya. Maksud dari melakukan sholat kepadanya yaitu tidak boleh menyembah kuburan ataupun memujinya.
  4. Mendo'akan ahli kubur yang kita ziarahi.
  5. Diperbolehkan menangis tetapi tidak boleh meratapi mayat, sebagaimana Rasulullah SAW pernah menangis ketika berziarah ke makam ibu beliau.
  6. Berpakaian yang rapih dan sopan.

 

 

Penulis: 
Muhamad Ali
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi