1. MEMBAWA DIRI DI LINGKUNGAN KERJA
- SENYUM
Senyum adalah sebuah ‘undangan” bahwa Anda terbuka, dan siap menjalin hubungan dengan orang lain.
- OBROLAN PEMBUKA
Penting untuk mencairkan suasana dan mengakrabkan diri agar pembicaraan selanjutnya lancar.
- JABAT TANGAN
Berdirilah saat berjabat tangan. Genggam tangan yang diajak bersalaman, dengan menyeluruh, menggunakan satu tangan sekitar 1-2 detik
- TATAPAN MATA
Tataplah tepat dimatanya, bukan kebagian tubuh lain. Itu artinya Anda menghargai lawan bicara dan membuatnya merasa di mengerti apa yang ia ucapkan.
- SOPAN SANTUN BERBICARA
Jaga ucapan Anda agar tidak membuat orang tersingung atau merasa diserang. Jadilah pembicara dan pendengar yang baik
- SOPAN SANTUN BERTINDAK
Dalam sebuah pertemuan rapat, hormati orang yang baru datang, dengan berdiri untuk bersalaman dan memperkenalkan diri. Libatkan tamu hadir dalam pembicaraan.
2. SIKAP KEPADA PIMPINAN
- TIDAK ADA RAHASIA
Pastikan pimpinan mengetahui apa yang sedang atau akan Anda kerjakan.
- NAMA
Awali panggilan kepada pimpinan, sesuai keadaan di lingkungan kerja. Dalam dunia kerja, orang yang posisinya lebih rendah diperkenalkan kepada yang posisinya lebih tinggi tanpa pertimbangan gender.
- BERTINGKAH LAKU
Tunjukkan sikap tubuh yang baik. Buatlah kontak mata dan bicaralah dengan dengan tegas tetapi sopan. Jangan ragu menyapa pimpinan terlebih dahulu.
3. MEMBINA HUBUNGAN DENGAN REKAN KERJA
- LOOK AT ME
Kesan yang baik akan membuat Anda dianggap dan diperhitungkan sehingga semua orang percaya bisa bekerja sama dengan Anda.
- KENALKAN REKAN KERJA
Tidak ada salahnya sebagai karyawan baru berkeliling untuk memperkenalkan diri kepada semua rekan kerja.
- “TUAN RUMAH DI TEMPAT KERJA”
Sapalah setiap orang yang Anda kenal, juga senyumlah kepada orang yang belum Anda kenal, karena Andalah tuan rumah di tempat kerja.
- INTERUPSI
Sebagai profesional, Anda dituntut untuk mampu mengerjakan beberapa hal sekaligus. Bagaimana bersikap saat “diganggu” hal lain ?
- TELEPON
Ketika sedang berdiskusi dengan rekan kerja, telepon atau ponsel berdering. Mintalah waktu untuk mengangkatnya. Bila ternyata pembicaraan ditelepon lebih mendesak, mintalah rekan Anda untuk menunggu, atau membicarakannnya nanti setelah selesai menerima telepaon. Lakukan hal sebaliknya, bila ternyata diskusi dengan rekan kerja lebih mendesak
- DI RUANG KERJA
Anda sedang sibuk di depan komputer, atau berdiskusi, ketika salah seorang rekan mengetuk dan meminta waktu. Bila yang Anda kerjakan atau diskusikan lebih mendesak, mintalah waktu untuk menyelesaikannya. Lakukan sebaliknya, bila ternyata apa yang disampaikan rekan Anda lebih mendesak.
- DALAM DISKUSI
Biarkan rekan Anda menyelesaikan pembicaraannya, baru Anda menyanggah, bertanya, atau memberikan pendapat Anda tidak harus sejalan dengan rekan kerja, namum utarakan keberatan atau pendapat Anda dengan tepat, agar tidak menimbulkan konflik.
4. MEETING
- SEBAGAI PIMPINAN MEETING
- Pastikan penampilan Anda prima. First Impression sangat penting dalam menampilkan kewibawaan.
- Untuk situasi tertentu, jabat tanga peserta meeting yang masuk dan ucapkan selamat datang. Begitu juga ketika meeting berakhir
- Siapkan bahan presentasi dan alat-alat penunjangnya sebelum jam meeting dimulai
- Buatlah aturan main pembicaraan. Anda boleh diinterupsi kapan saja atau lebih suka tanya jawab diakhir presentasi.
- Kalau Anda harus melakukan presentasi, lakukan eye contact dengan peserta.
- Jia berdiri disamping layar ketika melakukan presentasi ambil posisi disebelah kiri sesuai dengan arah baca dari kiri ke kanan.
- Rangsanglah peserta aktif dengan melibatkan merek dalam pembicaraan dan diskusi.
- Berbicara dengan intonasi jelas, cukup keras tidak berteriak dan tak terburu-buru.
- SEBAGAI PESERTA MEETING
- Datanglah tepat waktu, untuk menghargai pengundang .
- Bersikap aktif. Ingat Anda diundang karena dianggap kompeten memberikan pendapat.
- Bila disediakan makan dan minuman, jangan terus menerus makan dan minum.
- Lakukan dalam suasana lebih santai, misalnya ketika diskusi.
5. ATURAN BERKOMUNIKASI
BERBICARA
1. Dalam Situasi Umum
Berbicara tidak dibuat-buat dan sopan dengan tingkat kekerasan yang cukup. Berikan kesempatan bicara kepada pihak lain. Berikan pendapat berdasarkan fakta.
2. Harus Memberi Sambutan Mendadak
Mulailah dengan mengucapkan salam, terima kasih kepada yang hadir, menjelaskan maksud dan tujuan acara, serta harapan dari pertemuan tersebut.
3. Telepon
Hindari berbicara melalui telepon jika ingin membicarakan berkaitan dengan emosi. Gunakan untuk pembicaraan yang sifatnya positif atau informasi.
4. Email
Di kantor, bicarakan hanya hal yang penting, karena e-mail berpeluang di buka dan dibaca orang lain. Untuk urusan pekerjaan, terapkan rambu yang sama dengan surat menyurat.
5. Faksimile
Dikantor, kirimkan Faks hanya untuk urusan pekerjaan. Cantumkan nama dan nomor kontaks penerima. Jika jumlahnya cukup banyak, gunakan e-mail.
6. SMS
Hindari menggunakan huruf kapital dalam semua kalimat, karena hal itu berarti ‘marah’. Sebaiknya perhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca standar. Jangan terlalu banyak memberikan singkatan yang tidak umum. (Bahan : Dari Berbagai Sumber)

