ZIARAH KUBUR SEBELUM BULAN PUASA

Hukum ziarah kubur dalam Islam menurut apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW adalah sesuatu yang diperbolehkan. Untuk itu, ziarah kubur menjadi suatu hal yang berhukum mubah, tidak diwajibkan atau tidak juga menjadi suatu hal yang haram untuk dilakukan. Melakukannya bisa mendapatkan hikmah dan bernilai. Namun, waktu pelaksanaannya tentu diserahkan kepada masing-masing orang yang akan melakukan.

Pelaksanaan waktu ziarah kubur pun juga tidak ditentukan langsung oleh hukum Islam. Pelaksanaan ziarah kubur bergantung kepada masing-masing orang dan tentunya sesuai dengan kebutuhan. Pelaksanaan ziarah kubur tidak hanya pada waktu Idul Fitri atau saat menjelang bulan Ramadhan saja. Hal ini tidak ada hadist atau ayat Al Qur'an yang menjelaskan soal waktu.

Melakukan ziarah kubur tidak sama dengan seperti ibadah shalat atau puasa yang sudah ditentukan waktu-nya. Ziarah kubur bisa dilakukan kapanpun asal tidak menghalangi ibadah wajib lainnya.

Untuk ziarah kubur dalam islam, tentunya diperbolehkan asalkan dengan catatan bahwa aktivitas ziarah kubur semata-mata untuk tetap meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT. Manfaat beriman kepada Allah SWT dan manfaat tawakal tidak bisa digantikan dengan apapun yang ada di dunia ini. Untuk itu kesyirikan akan menghapus segala nikmat yang paling tertinggi tersebut. Fungsi iman kepada Allah SWT tentu sangat banyak sekali ketimbang syirik, dosa yang tak terampuni.

Sayang sekali ternyata kami tidak menemukan dalil yang menganjurkan waktu yang paling baik untuk berziarah kubur. Apalagi jika dikaitkan dengan kedatangan bulan Ramadhan. Yang ada hanyalah anjuran untuk berziarah kubur, karena mengingatkan kita kepada kematian. Tapi waktunya tidak pernah ditentukan. Jadi boleh kapan saja, tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Adapun kebiasaan yang sering kita saksikan di tengah masyarakat untuk berziarah kubur menjelang datangnya Ramadhan, kami yakin bahwa mereka melakukannya tanpa punya dalil yang eksplisit dari nabi Muhammad SAW. Dalil yang mereka gunakan hanyalah dalil umum tentang anjuran berziarah kubur. Sedangkan dalil yang mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan, paling tinggi hanya sekedar ijtihad. Itu pun masih sangat mungkin disanggah.

Beliau tidak pernah menganjurkan secara tegas bahwa bila Ramadhan menjelang, silahkan kalian berziarah ke kuburan-kuburan. Atau kalau ke kuburan jangan lupa pakai pakaian hitam-hitam, dan juga jangan lupa bawa kembang buat ditaburkan. Sama sekali tidak ada nashnya, baik di Al-Quran maupun di Sunnah nabi-Nya.

Karena untuk Keutamaan Ziarah Kubur dalam Islam antara lain akan mendapatkan Pahala karena kita sebagai seorang Muslim telah melakukan Perintah Nabi dan melaksanakan Sunnah Nabi Muhammad SAW, Keistimewaan Ziarah Kubur selanjutnya dapat mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan dunia yg fana bahwa suatu saat kita yang hidup juga kan mengalami kematian sehingga kita harus benar – benar mempunyai bekal utama berupa iman dan amal sholeh, lalu Hikmah Ziarah Kubur selanjutnya ialah kita sebagai seorang Anak Muslim masih bisa berbakti kepada Bapak Ibu ataupun Kedua Orang Tua kita yang sudah meninggal dunia dengan cara mengunjungi kuburannya dan mendoakan arwah beliau agar diampuni dosa – dosanya dan tenang di alam kubur karena salah satu Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang sudah meninggal dalam islam ialah dengan mendoakan mereka dan karena sekali lagi Orang Tua dan Keluarga yg sudah meninggal dunia membutuhkan doa – doa dari sanak keluarganya yg masih hidup.

Penulis: 
Adwin
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi