WAGUB BABEL, ABDUL FATAH MENYAKSIKAN PERJANJIAN KERJASAMA PT.BBBS DENGAN PT.NPI

Jakarta - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menyaksikan Penandatangan Perjanjian Kerjasama Bisnis antara PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera dan PT. Nemo Partners Indonesia, Selasa (10/11/2020) sore di Grand Sheraton Hotel, Gandaria City, Jakarta Selatan. 

Dengan disaksikan Direktur PT. Ration Bangka abadi (RBA) Vindyarto (Yanto Purba) dan Wagub Abdul Fatah, Perjanjian Kerjasama yang dilakukan PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera yang diwakili Direktur Utama, Saparudin sebagai Pihak Pertama dan PT. Nemo Partners Indonesia diwakii Presiden Direktur, Bapak Bae Honggeun sebagai Pihak Kedua berjalan lancar.

Perjanjian Kerjasama Bisnis Nomor :001/BBBS-NEMO/2020 dimana beberapa poin isinya antara lain, Pihak Pertama akan melakukan investasi dari penandatangan kerjasama ini. Pihak pertama bertanggungjawab untuk memperoleh semua perijinan dan persetujuan terkait dengan pembangunan dan pengoperasian pabrik Bio Heavy Oil dan akan dapat persetujuan tertulis dari Gubernur Bangka Belitung tentang pembangunan proyek. Sertifikat Hak Guna Bangunan(HGB) atas lahan lokasi proyek atas nama Perusahaan Joint Venture (SPC) dari PT. Ration Bangka Abadi. Dan Pihak pertama bertanggung jawab atas pengadaan jangka panjang dan stabil untuk bahan baku PAO (palm Acid Oil) dari perkebunan kelapa sawit dan pabrik CPO untuk memproduksi Bio Heavy Oil dan akan mendukung pihak kedua dengan segala cara untuk mencari pembeli Bio Heavy Oil dan pengguna akhir di Indonesia.

Pihak Kedua juga akan melakukan investasi untuk pembangunan, konstruksi dan pengoperasian fasiltas pabrik Bio Heavy Oil, bertanggung jawab atas pendanaan proyek, desain, pembangunan, konstruksi dan pengoperasian fasilitas dan bisnis pabrik Bio Heavy Oil, menyediakan, menginstalasi dan memelihara mesin produksi dan pemurnian Bio Heavy oil dari Korea Selatan. Pihak kedua juga akan memberikan semua dukungan teknis dan konsultasi untuk memproduksi Bio Heavy Oil dan bertanggung jawab untuk mengembangkan pasar luar negeri untuk produk Bio Heavy Oil.

Dalam perjanjian kerjasama ini juga pihak kedua bersama-sama pihak pertama akan bertanggung jawab atas penjualan dan pemasaran Bio Heavy Oil di Indonesia dibawah perusahaan Joint Venture (SPC).

Dalam Perjanjian Kerjasama ini juga para pihak sepakat untuk menandatangani Perjanjian Usaha Patungan dan mendirikan Perusahaan Patungan (SPC) di bangka Belitung dimana para pihak akan memiliki saham perusahaan patungan (SPC) yang proporsional dngan modal dan non modal investasi disetujui para pihak.

Mengenai SPC dan pembagian keuntungan akan ditetapkan setelah mendirikan SPC akan diputuskan berdasarkan jumlah modal yang diinvestasikan, evaluasi lahan proyek yang akan diinvestasikan dan kotribusi serta peran para pihak dalam proyek.

Sumber: 
Badan Penghubung
Penulis: 
Rahimah
Fotografer: 
Ali
Editor: 
Pongky