RAPAT FORKAPPSI

Pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 diadakan pertemuan antara Forum Komunikasi Antar Perwakilan Provinsi Seluruh Indonesia yang merupakan organisasi tempat berhimpunnya kantor-kantor perwakilan/penghubung seluruh Indonesia sekarang namanya berubah menjadi APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) dengan Kementrian Dalam Negeri yang dalam pertemuan ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekjen Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Biro Organisasi Kementrian Dalam Negeri.

Pertemuan kali ini pihak APPSI dihadiri perwakilan dari Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, Maluku, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan utara, Sulawesi Tengah, Sumatra Utara, Jawa Barat, Sumatra Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung membahas mengenai rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah. Hal ini berkaitan dengan eselonoring pada Sekretaris Daerah, Inspektur, Sekretaris DPRD dan Badan. Dari pertemuan ini yang menjadi poin penting adalah pihak APPSI mempertanyakan mengapa Badan Penghubung dijadikan eselon III a? Sedangkan menurut peraturan pada yang ada saat ini Badan itu merupakan eselon IV a. Penjelasan yang didapat dari tim penyusun Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 adalah Beban kerja Badan Penghubung belum terinformasikan, sehingga masih cukup dikategorikan eselon III a.

Atas hasil pertemuan tersebut dapat dihasilkan rumusan awal yaitu diperlukan rumusan dalam bentuk surat dari pengurus APPSI kepada Menteri Dalam Negeri tembusan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, mengenai keberadaan Badan Penghubung.

APPSI diharapkan dapat membuat undangan audience kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Dalam Negeri dalam hal ini berkaitan dengan Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri dan langsung dilakukan pembahasan sehingga tercipta titik temu dari permasalahan ini.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Ardiansyah
Fotografer: 
Ali Thariq Batavian
Editor: 
Prima Indrasari