PROMOSI PARIWISATA HAINAN-CHINA DI HOTEL SHANGRI-LA (JAKARTA)

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menghadiri acara Promosi Pariwisata Hainan – China di Hotel Shangri-La (Jakarta) pada hari Kamis (18/10/2018), serta didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Koperasi& UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hainan merupakan provinsi paling selatan China yang berbatasan dengan Vietnam. Luas Pulau Hainan 34.438 kilometer persegi. Iklimnya tak beda jauh dengan Indonesia. Wisatawan Indonesia tak perlu khawatir dengan iklim di Hainan. Alamnya pun tak ubahnya seperti alam nusantara, ada pantai, pegunungan, dan alam pedesaan.

China menetapkan Hainan sebagai pulau pariwisata internasional pada tahun 2008. Haikou, sebagai ibu kota Provinsi Hainan berada di utara dan Sanya sebagai kota turis dan dipenuhi hotel-hotel internasional berada di selatan. Hainan memberlakukan bebas visa untuk 26 negara termasuk dari Indonesia. Wisatawan bisa transit di Hainan sebelum melanjutkan perjalanan ke kota-kota di China daratan.

Executive VP Ayo Wisata, Osean A Untung mengatakan pihaknya menjual paket wisata ke Hainan dengan harga menarik. Paket ke Hainan di jual cuma Rp 5,5 juta untuk 5 hari 4 malam dan Rp 5 juta untuk 4 hari 3 malam. Paket tersebut sudah termasuk tiket pesawat Jakarta-Haikou (pp), hotel, transportasi dan wisata ke Haikou dan Sanya.

Untuk memajukan pariwisata Hainan, pemerintah China mempercayakan penggarapannya kepada Kangtai Travel. Menurut Zhang, banyak tempat-tempat menarik yang ditawarkan provinsi berpenduduk 8 juta jiwa itu untuk turis Indonesia seperti Desa Bali di Kabupaten Xin Long. Dulunya tempat ini merupakan penampungan warga Tionghoa dari negara-negara Asia Tenggara tahun 1960-an, termasuk dari Indonesia. Warga Tionghoa dari Indonesia yang datang ke Hainan tentunya membawa budaya Indonesia. Wisatawan Indonesia di Desa Bali, Kabupaten Xin Long, Hainan, China. Di desa milik orang Indonesia ini  sekarang disewakan kepada pihak swasta wisatawan Indonesia seperti berada di rumah sendiri dengan suasana alam Nusantara mulai bangunan hingga tanaman hijau. Memasuki Desa Bali, candi bentar khas Bali menyambut wisatawan yang datang. Mirip suasana pedesaan di Bali. Tanaman khas Indonesia seperti nangka, leci, belimbing, kelapa sampai pembuatan kue semprong ada di Desa Bali. Wisatawan pun bisa belajar bagaimana membuat kue semprong. Lebih seru lagi ada panggung yang kerap menampilkan kesenian daerah nusantara.

Di Sanya, wisatawan Indonesia bisa mengunjungi Binglanggu Li & Miao Cultural Heritage Park, tempat menemukan pemukiman Suku Li dan Miao yang hampir mirip dengan suku Dayak di Kalimantan. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung, bercocok tanam, berladang, memelihara ternak, mengenakan tato di wajahnya. Hainan juga memiliki pantai mirip dengan Hawaii sehingga sering dijuluki 'Hawaiinya China. Kalau wisatawan menginginkan melihat studio pembuatan film, bisa datang ke Haikou, tepatnya di  Fengxiaogang Film Commune di Mission Hills. Di sini wisatawan menemukan bangunan China pada tahun 40an yang diperuntukkan untuk pembuatan film. Wisatawan Muslim Menurut Osean, sebenarnya Hainan sangat potensial menarik wisatawan muslim dari Indonesia. Dia mencontohkan Korea Selatan, Taiwan dan Jepang yang gencar menyasar turis muslim dari Indonesia. Restoran Muslim di Sanya, Provinsi Hainan, China.  Zhang menjelaskan, ada sebuah masjid di Haikou dan 6 masjid di Sanya. Kangtai Travel sedang menyiapkan kerja sama dengan hotel-hotel di Hainan untuk menyiapkan ruangan khusus bagi wisatawan muslim saat hendak sarapan serta tempat shalat.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan tentang pariwisata yang ada di Bangka Belitung dan juga mempromosikannya kepada Hainan-China dengan membahas mengenai makanan khas, buah-buahan serta hasil produksi sumber daya alam lainnya yang ada di Indonesia khususnya di Bangka Belitung.

“Kami sangat senang sekali dapat diundang dalam acara Promosi Pariwisata Hainan-China ini, mereka mempromosikan pariwisata dengan sangat bagus dan kami juga ikut mempromosikan pariwisata yang ada di Indonesia khususnya di Bangka Belitung”, ujar Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Abdul Fattah). “Kami sangat senang sekali bisa berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai pariwisata Hainan dan Kepulauan Bangka Belitung, banyak yang kami bahas disana terutama hasil sumber daya alam yang belum ada di Hainan-China”, tambah Abdul Fattah (Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung).

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Muhamad Ali
Fotografer: 
Hendrik Timora Sakti
Editor: 
Prima Indrasari