PILKADA DKI JAKARTA PUTARAN KEDUA – MENUJU JAKARTA YANG LEBIH BAIK

Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 (disingkat Pilgub Jakarta 2017 atau Pilgub DKI 2017) telah dilaksanakan pada 15 Februari 2017 dan 19 April 2017 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022. Ini merupakan pemilihan kepala daerah ketiga bagi Jakarta yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Jadwal pemilihan periode ini dimajukan dari jadwal pemilihan periode sebelumnya, yaitu 11 Juli karena mengikuti jadwal Pilkada Serentak gelombang kedua pada 2017. Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 22 kursi atau lebih di DPRD Jakarta yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (dikenal sebagai "Ahok") mencalonkan diri sebagai petahana bersama dengan Djarot Saiful Hidayat. Selain itu, mantan perwira TNI Agus Harimurti Yudhoyono bersama dengan Sylviana Murni, serta akademisi dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan juga mencalonkan diri bersama dengan Sandiaga Uno

Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua telah dilaksanakan pada hari Rabu (19/4/2017). Rakyatlah yang menentukan siapa di antara dua pasangan calon, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang keluar sebagai pemenang. Menjelang pilkada suasana amat tegang, dengan ancaman pengerahan massa dari luar kota. 66.000 aparat dikerahkan untuk antisipasi keamanan. Suasana pilkada dilaporkan aman tanpa gangguan berarti.

Jakarta adalah rumah bagi banyak umat agama dan berbagai suku-bangsa. Oleh karena itu, jadi kewajiban bersama seluruh “penghuni rumah” Jakarta untuk menjaga kedamaian pada saat pilkada ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Apindo, Suryadi Sasmita,  Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menantikan kehadiran pemimpin baru DKI Jakarta di putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Suryadi menekankan pentingnya dukungan pemimpin daerah dalam kegiatan bisnis para pengusaha. Keberlangsungan bisnis yang berkesinambungan akan menciptakan multiplier effect atau dampak yang besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.

"Bisnis yang berjalan baik bisa berkontribusi pada pembayaran pajak, penyerapan tenaga kerja, sehingga ujung-ujungnya pendapatan daerah bertambah dan rakyat sejahtera. Kotanya tambah maju, dan kemiskinan berkurang," dia menjelaskan.

Dia menambahkan, pemimpin daerah juga harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat. Dengan begitu, aliran investasi, baik dari penanam modal asing maupun lokal, terus masuk.

Saat ini pengusaha terbebani oleh pajak daerah di Jakarta yang terlampau tinggi. Tanggungan pajak tersebut mendorong kenaikan biaya perusahaan dalam menjalankan bisnis. Sebagai contoh, pajak tinggi pada reklame. Akhirnya, lanjut Suryadi, pengusaha berhenti atau mengurangi pemasangan reklame sebagai sarana promosi. Padahal pemasaran dengan cara ini diharapkan dapat memperkenalkan produk dari sebuah perusahaan.

Jika suatu merek diperkenalkan melalui reklame, maka menjadi terkenal, kemudian terjadi penjualan, dan akhirnya dapat bayar pajak. Jika pajak reklame tinggi, pemasangan reklame ukurannya jadi dikecilkan, dimana hal ini menekan pengusaha.

Harapan lain bagi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, kata Suryadi, mereka harus bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Lantaran pembangunan juga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan rakyat kecil.

Tantangan sekarang ini adalah peraturan-peraturan daerah yang menyulitkan masyarakat, termasuk pengusaha. Jadi ini pekerjaan rumah Gubernur dan Wakil Gubernur berikutnya untuk membuat Jakarta lebih baik.

Meski belum ada pengumuman resmi dari KPU, tetapi sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil hitung cepat alias quick count untuk putaran kedua Pilgub DKI 2017. Pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam hitung cepat ini.

Sejak diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada akhir 2016, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menawarkan sejumlah program, mulai dari program OK OCE, KJP Plus, DP rumah Rp. 0 untuk kelas menengah kebawah, hingga menolak reklamasi. Pasangan ini juga siap membangun dan merevitalisasi ruang public, mempercepat pembangunan moda transportasi missal serta penyederhanaan izin usaha yang terkait dengan birokrasi.

Masyarakat semua berharap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru ini dapat  menyiapkan masa transisi dengan sebaik-baiknya. Hal yang harus dilakukan pasangan cagub-cawagub baru adalah mempersatukan masyarakat Jakarta, sehingga membangun Jakarta sama-sama. Elite Indonesia dan Jakarta harus bersatu, bukan terpecah belah.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Nurul Ihsan
Fotografer: 
Aris
Editor: 
Prima Indrasari