PENTINGNYA INTERAKSI SOSIAL UNTUK OTAK

Manusia sehari-hari jelas menggunakan sel-sel otaknya untuk berfikir. Ibarat pisau otak perlu “diasah” agar ketajamannya terjaga. Sayangnya gaya hidup manusia modern condong kearah sebaliknya. Rutinitas, kurang tantangan kehidupan serba nyaman dapat “membunuh” otak.

Agar otak tak terbunuh, lakukan neurobik. Aktivitas ini bertujuan membantu kita memelihara kebugaran mental, kekuatan dan kelenturannnya sementara usia terus bertambah. Program latihannya bertujuan memberikan pengalaman yang mengejutkan dan tidak rutin menggunakan berbagai kombinasi rangsangan terhadap indera penglihatan, penciuman, sentuhan rasa dan pendengaran juga termasuk indera emosi.

Tahukah Anda bila kemampuan kita mengingat sesuatu banyak tergantung pada konteksemosinya? Hipokampus ( bagian dari limbik, pusat bawah sadar) lebih mampu menandai informasi untuk memori jangka panjang kalau informasi itu penting secara emosional.

Maka tak heran jika memori jangka panjang tidak hanya menyimpan kenangan manis anda bersama si dia, tetapi juga kenangan buruk bersama orang yang paling menyebalkan bagi Anda.

Itulah sebabnya kunci neurobik adalah menerapkan emosi lewat interaksi sosial. Interaksi dengan orang lain menjadi pemicu penting untuk memunculkan respon emosional. Selain itu, situasi-situasi sosial pada umumnya tidak terduga, sehingga lebih mungkin menghasilkan aktivitas non rutin. (Sumber : dari berbagai sumber)

Penulis: 
Nurul Ihsan
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi