Paparan di Rakor Bappenas, Gubernur Babel Usulkan Projek Makro dan 2 Program Prioritas Nasional

Jakarta - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan 1 usulan major project dan 2 proyek prioritas nasional dalam paparannya pada acara Rapat Koordinasi Penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Tahun 2021 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Rabu (04/03/2020) siang. Satu usulan ini yakni 10 Destinasi dikecilkan menjadi 5 pariwisata Prioritas diharapkan bisa diakomodir pusat.

Dari 10 Destinasi ini kami mengajukan kegiatan projek makro, membuat  jalan trase Babel yang menghubungi semua kabupaten kota dipulau bangka dan belitung. Agar destinasi bisa terakomodasi sehingga lokasi-lokasi bisa terbuka aksesnya. Dibelitung dan bangka sudah dimulai dibantu APBD Kabupaten dan APBD Provinsi tahun ini dan tahun 2021 Trase Babel bisa terealisasi.

Pembangunan Trans  Bangka Belitung, berdasarkan kebijakan Pemerintah Pusat baru akan dilaksanakan menunggu hasil FS jembatan Bangka - Sumatera. Hal ini tidak disetujui Pemprov Babel, karena pembangunan Trans Babel tidak ada kaitannya secara langsung dengan pembangunan jembatan Bangka - Sumatera. Keduanya penting untuk kemajuan pembangunan dan perekonomian Babel, tentunya dengan skala prioritas yang berbeda.

Rakor ini selain dihadiri Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, juga tampak hadir Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Sumsel, Plt Gubernur Aceh, Gubernur Bengkulu, Sumatera Utara, Lampung, Gubernur Jambi dan Gubernur Sumatera Barat.

Disebutkan Erzaldi, usulan yang diprioritaskan ini ada 2 proyek prioritas nasional yaitu Pelabuhan Tanjung Ular. Tujuan pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular dan Jembatan Nibung. 
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular dan kawasan hilirisasi timah Muntok bertujuan untuk aksesibilitas dan konektivitas semakin mudah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah, kelancaran distribusi barang di Babel dan mendukung kelancaran produksi kawasan hilirisasi timah muntok.

"Diusulkan juga Jembatan Nibung menghubung Bangka Tengah-Pangkalpinang-Bangka Selatan untuk memperkuat sistem jaringan jalan nasional, mendukung akses menuju KI SADAI sebagai Major Project RPJMN, Mendukung pengembangan wisata serta aktivitas ekonomi lainnya di Kabupaten Bangka Selatan, memperlancar akses distribusi barang dan jasa, meningkatkan kualitas pelayanan dari kecamatan menuju ibu kota kabupaten dan menghindari keterisolasian pada saat terjadi banjir," terang Gubernur Erzaldi.

Selain itu Gubernur juga mengusulkan pengembangan lada putih di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena lada menjadi salah satu komoditi produk ekspor dan Kabupaten, Bangka Selatan, Bangka Barat menjadi kawasan lada putih nasional. Perlu dukungan pemerintah untuk ekspor lada dengan satu pintu.

Gubernur Erzaldi juga mengusulkan ke Menteri PPN dari perwakilan sumatera berkaitan dengan PLN. " Sudah diterima dan hasil Rakor nanti juga akan diadakan kembali audiensi bersama PLN terkait jaringan," terang Gubernur.

Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Rakor ini sebagai tindak lanjut Kick Off Meeting Penyusunan RKP 2021 di Gedung Bappenas Senin (24/02) lalu. RKP yang mengusung tema " Meningkatkan Industri Pariwisata dan Investasi di berbagai wilayah didukung oleh SDM dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas". Seperti yang dikatakan Suharso agar RKP 2021 memberikan manfaat yang lebih dirasakan masyarakat maka Major Project pada RPJMN 2020-2024 menjadi fokus dalam rencana dan anggaran RKP.

Pada Rakor Kementerian PPN/Bappenas dan Para Gubernur diselenggarakan di Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat ini Gubernur Erzaldi didampingi Kepala Bappeda Ferry Insani dan Kepala PUPR Noviar Ishak.

 

Sumber: 
Badan Penghubung Babel
Penulis: 
Rahimah
Fotografer: 
Hary
Editor: 
Pongky

Berita Berdasarkan Kategori