Halal Bihalal Sumbagsel

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menghadiri acara Halal Bihalal Masyarakat Sumatera bagian Selatan di Gedung Susilo Sudarman Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Jakarta Pusat Pukul 08.30 tanggal 22 Juli 2018 yang dilaksanakan oleh Tenaga Pembangunan Sriwijaya yang mana Ketua Umumnya adalah Bapak Susno Duadji mantan Kabareskrim Polri turut serta hadir Hatta Rajasa sebagai penasehat TP Sriwijaya dan diahadiri Bapak Aburizal Bakrie, Ibu Dewi Motik, M. Qodari Direktur Indobarometer, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II, serta anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mendapat suatu kehormatan menyampaikan pidato sambutannya yang mewakili  4 Gubernur Sumatera Bagian Selatan yang terdiri dari Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung

“Ini adalah satu hal yang sangat cepat sekali, oleh karena terjadinya perubahan  tersebut maka ini mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai berfikir dari masyarakat yang semula adalah selalu mengandalkan tambang tetapi pada saat ini mereka berubah menjadi ketataran yaitu tataran pariwisata, kelautan, perikanan, perkebunan dan pertanian, ini adalah suatu kondisi yang berubah.

Hari ini saya juga sangat senang karena diantara masyarakat yang hadir disini dan juga pihak penyelenggara yang ada di 5 Provinsi ini dapat memikirkan sesuatu yang merupakan sebenarnya apa yang dipikirkan oleh masyarakat pada saat ini yaitu pasti kita tahu yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah menyampaikan keluhan-keluhan seperti beberapa keunggulan comunity yang kita tahu bahwa bagaimana dengan adanya, bagaimana dengan tareknya, dan juga bagaimana dengan comunity lainnya.

Yang kita tahu bahwa pada saat ini adalah bahwa harga lada yang ada di Sumatera ini jatuh sampai kepada tataran 50.000/Kg, kita bertanya ada apa sebenarnya ini ? Kalau kita masuk ke supermarket, Indomaret, Alfamaret yang kita lihat adalah ½ Ons atau 50 Gram lada yaitu harganya Rp. 16.000, bandingkan kalau 1Kg berapa harganya yaitu Rp. 320.000, mengapa kita komposisinya seperti ini untuk petani kita, inilah yang sedang kita pikirkan , kita memiliki Kementerian Perdagangan tetapi apa yang dilakukannya? Melihat kondisi tersebut di tataran masyarakat kita yang ada di Provinsi Sumatera Bagian Selatan ini. Yang anehnya lagi kita adalah penghasil nomor 2 lada sedunia dan kemudian P6 adalah nomor 1 sedunia penghasil lada, tetapi mengapa kita mengekspor lada kita ke Vietnam, saya pribadi tidak mengerti dan tidak habis fikir, dimana Menteri Perdagangan? Saya ingin berdiskusi mengenai masalah hal ini. Ini rasanya yang saya ingin sampaikan pada kesempatan ini kepada Bapak-Bapak dan Tamu Undangan yang hadir pada acara ini.

Kemudian yang kedua sedikit saya bisa mengenalkan wilayah saya dan juga wilayah-wilayah di se-Sumatera bagian selatan dan juga saya sedikit mengungkap mengenai apa yang dirasakan oleh masyarakat kami di 5 Provinsi Sumatera Bagian Selatan ini. Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada Kami untuk menyampaikan layang pandang mengenai daerah kami masing-masing. Wabillahitaufiq Wallhidayah, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.” Ujar Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Abdul Fattah) dalam sambutan pidatonya.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Nurul Ihsan
Fotografer: 
Robby
Editor: 
Prima Indrasari