Gubernur Kepulauan Bangka Belitung hadiri Rakornas Usulan Pembentukan KEK

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung hadiri Rakornas Usulan Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Gunung dan Usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sungailiat di damping Bupati Bangka Tengah dan Bupati Bangka. Rapat dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan dihadiri juga oleh Menteri BPN/ATR di Ruang Mahakam Gedung Ali Wardhana Lt.3 Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta Pusat pukul 09.00 s/d selesai.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kep. Bangka Belitung (4,51%) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (5,07%). Pertumbuhan ekonomi ini ke-5 terbawah dari 34 Provinsi yang ada. Semakin menurunnya tren pertumbuhan sector pertambangan dan penggalian, serta adanya tren kontribusi sector pariwisata yang meningkat, maka Pemda mendorong adanya transformasi dari sector pertambangan ke sector pariwisata.

Dengan ditetapkannya KEK Tanjung Gunung, ditargetkan untuk memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi wilayah melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, yang di proyeksikan naik mencapai 1.750.000 wisatawan atau 41,3% pada tahun 2030. Sehingga kedepan diharapkan sector pariwisata menjadi contributor utama menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Keberhasilan penetapan KEK dapat dilihat dari keberhasilan kontribusi KEK Tanjung Kelayang terhadap kenaikan Pendapatan Hasil Daerah (PAD) Kabupaten Belitung, tahun 2017 sebesar Rp. 193,18 M naik 41,21% dari Rp. 136,80 M pada tahun 2016. Akses wisman dan wisnus juga berkembang pesat, dengan adanya direct flight internasional ke Singapura oleh maskapai Garuda Indonesia.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Adwin Mahyudi
Fotografer: 
Hendrik Timora Sakti
Editor: 
Prima Indrasari