Gubernur Erzaldi Rosman Hadiri Hari Anti Korupsi Sedunia di Kantor KPK Jakarta

Jakarta - Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Senin (09/12/2019) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya Ketua KPK Agus Raharjo mendoakan agar harapan mewujudkan Indonesa sebagai negara yang sejahtera dapat terwujud dalam waktu dekat.  Sembari menyatakan permohonan maaf di akhir masa jabatannya, “saya menyampaikan beberapa hari lagi pimpinan yang sekarang akan meletakkan jabatan. Oleh karena itu, Bapak, Ibu, mohon maaf kalau sekiranya dalam empat tahun kami menjalankan KPK, ada hal-hal tak berkenan di hati Bapak, Ibu," kata Agus.

Mengangkat tema “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju” sebagai upaya penyadaran publik secara terus menerus bahwa korupsi adalah kejahatan yang luar biasa dan harus dan harus dihadapi dengan luar biasa. Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, seperti Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menkominfo Johnny G Plate.

Erzaldi Rosman menyatakan upaya pencegahan korupsi di provinsi Bangka Belitung sudah sejalan (on the track) dengan arahan yang disampaikan oleh KPK. “ Hal ini sudah dilakukan dimana  Babel termasuk 4 besar dari 12 Provinsi yang pencapaian program pencegahannya di atas 70 %. (Namun) jangan lengah dengan apa yang sudah dicapai tapi terus menyempurnakan sistem yang ada di Provinsi Babel. Dengan sistem yang baik pencegahan bisa terjadi. Kita harus merubah paradigma jangan merasa diawasi dan takut diawasi karena sistem tidak kuat. Sistem yang tidak kuat memberi peluang untuk melakukan korupsi,” kata Erzaldi.

Erzaldi menegaskan selain  terus menerus mempromosikan dan mensosialisasi  kegiatan-kegiatan anti korupsi,  pemerintah Babel berusaha memperkuat sistem sehingga korupsi bisa dicegah. “ (Sistem) akan membuat perubahan karakter dan mental baik dari anak anak sampai dewasa,” tambahnya.

Untuk mencegah korupsi Inspektorat harus diperkuat. Inspektorat harus menjalani fungsi dan tugasnya membina sekaligus memeriksa. Dalam hal membuat kebijakan, bekerjasama dengan kejaksaan untuk pendampingan hukum sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah adalah kebijakan yang taat aturan dan memberikan manfaat pada masyarakat. Seperti kita membuat kebijakan pejabat eselon II, III dan IV harus memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa sehingga pengakuan secara hukum terhadap profesionalisme dalam melaksanakan kegiatan sudah ada,” ujar Erzaldi.

Erzaldi berpesan agar ASN bisa meningkatkan kemampuan untuk lebih paham, paham apa yang dikerjakan dan paham hukum. “Terus berkembang, tingkatkan kinerja, syukuri dengan apa yang kita dapat. Bersyukur jauh dari sifat tamak. Jika kita punya sifat tamak, tidak bersyukur tidak cukup-cukup, harus bisa mengukur diri dengan tidak hidup berlebihan karena akan menjerumuskan kita,” ucapnya.

“Ayo kita bekerja baik, bekinerja sesuai aturan, InsyaAllah apa yang diberikan kepada ASN sudah lebih dari cukup,” imbuh Erzaldi.

Sumber: 
Badan Penghubung Prov. Babel
Penulis: 
Rahimah | Rahimah
Fotografer: 
Rahimah
Editor: 
Pongky