Gubernur Erzaldi Percepat Pembangunan Babel “Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta”

JAKARTA- Selasa (13/03/2018) Gubernur kepulauan Bangka Belitung kembali melakukan inovasi di bidang pengembangan ekonomi dan pembangunan yang direalisasikan dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta. Acara yang dimulai tepat pukul 15.30 wib ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Presiden Direktur PT. Indonesia Research Institute Japan- Jakarta beserta tim, perwakilan dari Biro Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta pihak Media (NNA dan Lifenesia).

Tujuannya yaitu untuk mempromosikan pariwisata guna menarik wisatawan jepang langsung ke Bangka Belitung, Mendatangkan investasi di Provinsi Kepulaun Bangka Belitung, serta Menyalurkan bantuan hibah, corporate social responsibility dan program lainnya dari Jepang dengan beban nol rupiah kepada Bangka Belitung.

Albertus Prasetyo Heru Nugroho selaku Presiden Direktur PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta menyatakan bahwa  ada 3 hal yang menjadi latar belakang  MoU ini, yaitu : ”Orang, Barang, dan Uang”. Pada saat ini jumlah lansia di Jepang terus bertambah setiap tahunnya. Data dari pemerintah Jepang menunjukkan bahwa pada tahun 2017 jumlah Lansia (berusia 65 tahun dan lebih) di Jepang mencapai 35.14 juta orang.  Jumlah ini merepresentasikan 27.7% dari jumlah total penduduk Jepang.  Akibatnya, saat ini Jepang mengalami kelebihan likuiditas, sehingga korporasi maupun pebisnis mencari sasaran investasi di luar Jepang.  Selain itu, Jumlah wanita karir di Jepang juga semakin banyak.  Setelah lelah bekerja, relaksasi menjadi hal yang didambakan para wanita karir di Jepang. Kondisi ini tentunya mampu menjadi peluang kerjasama yang bisa dimanfaatkan oleh keduabelah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Erzaldi Rosman menyampaikan bahwa masih banyak potensi yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak.  Diantaranya ada 5 sektor strategis di Bangka Belitung yaitu :“Pariwisata, Pertambangan, Perikanan, Perkebunan &  Pertanian, serta Industri Pengolahan”.

Dipaparkan lebih lanjut, dari sisi pariwisata Bangka Belitung memiliki beberapa  tempat yang menarik yang tentunya perlu dikembangkan sebagai potensi investasi pariwisata diantaranya : “agrowisata,  pengembangan hutan bakau, dan wisata pantai”.  Sementara dari sektor pertambangan,  selain timah  ada  prospek yang cukup baik seperti  bauksit, kaolin, granit, pasir kwarsa, granit diabes, tanah liat, dan sebagainya.

Ditinjau dari sisi perikanan Bangka Belitung menyimpan dan memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, baik perikanan tangkap maupun perikanan laut, antara lain : “kerapu, rumput laut, dan udang”. Dari sisi perkebunanan dan pertanian, Bangka Belitung memiliki potensi perkebunan yang layak dikembangkan berupa : “lada putih, karet, dan kelapa sawit dan coklat”. Dan sedangkan di sektor industri dan perdagangan antara lain: Industri pengolahan rumput laut, pengawetan ikan, pengembangan tepung, pengolahan minyak kelapa sawit.

Dikatakan Gubernur, kemajuan yang diraih suatu daerah tidak bisa datang dengan sendirinya, namun harus dilakukan dengan melalui usaha yang simultan dan berkesinambungan.  Kerjasama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Negara lain juga terkait bagaimana membangun dan mengembangkan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 “Harus ada langkah startegis yang mesti kita lakukan untuk mewujudkan pembangunan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dan dengan adanya kerjasama ini diharapkan aka nada investasi yang masuk ke Babel sehingga berdampak luas terhadap pembangunan daerah kita”, ujar Gubernur.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Ardiansyah
Fotografer: 
Istari Jayani
Editor: 
Prima Indrasari