Gubernur Erzaldi Bersama Gubernur DKI Coba MRT Lebak Bulus-Bundaran HI

JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman beserta Ibu Melati Erzaldi dan keluarga, diundang untuk turut serta dalam Uji Coba transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Uji coba MRT oleh Gubernur Erzaldi bersama Gubernur DKI Jakarta dan keluarga, Anies Baswedan yang dilakukan Sabtu (16/3/2019) sekitar Pukul 11.00 Wib, start dari Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan dan finish di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat.    

Sebelum menaiki moda MTR, Gubernur Erzaldi didampingi istri, diajak Gubernur Anies Baswedan meninjau seputaran Stasiun MRT, sekaligus mendengarkan penjelasan sekilas mengenai moda MRT dari Gubernur Anies dan Petugas yang berada di Stasiun MTR Lebak Bulus.   

Di sela-sela ikut uji coba MRT Gubernur Babel bersama Gubernur DKI Anies Baswedan  mengaku sangat senang sekali bisa diundang Gubernur DKI Anies untuk bisa mengikuti uji coba MRT ini. “MRT ini sangat menunjang sekali untuk mengangkut masyarakat yang tinggal dipinggiran Jakarta, seperti Jabadetabek,” ujar Gubernur Erzaldi.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, PT Mass Rapid Transit jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Struktur kepemilikan Pemprov DKI Jakarta 99,98%, PD Pasar Jaya 0.02%​. “PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan diantaranya untuk pengusahaan dan pembangunan sarana prasarana MRT, pengoperasian dan perawatan sarana prasarana MRT, pengembangan dan pengelolaan property atau bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta Depo maupun kawasan sekitarnya.

Dasar hukum pembentukan PT MRT Jakarta, adalah Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta, sebagaimana diubah dengan Perda Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Perda 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan BUMD PT MRT Jakarta dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT MRT Jakarta sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT MRT Jakarta.

Rencana pembangunan MRT di Jakarta, sesungguhnya sudah dirintis sejak tahun 1985. Namun, saat itu proyek MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Pada tahun 2005, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta merupakan proyek nasional. “Berangkat dari kejelasan tersebut, maka Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab. Pencarian dana disambut oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan pinjaman,” papar Anies.

Sumber: 
Badan penghubung
Penulis: 
Rahimah
Fotografer: 
Istari
Editor: 
Rahimah

Berita Berdasarkan Kategori