Gubernur Bahas Revitalisasi Wisma Ranggam Bersama Kepala BPCB Jambi

JAKARTA – Gubernur Kupalauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel, Rivai, Staf Khusus Gubernur Babel, Bidang Kebudayaan Hari Untoro Dradjat Rabu (16/10/2019) malam, bertemu Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Iskandar Mulia Siregar.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Mercure, Lebak Bulus, Jakarta itu, Gubernur Erzaldi membahas revitalisasi Wisma Ranggam di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Babel, bersama Kepala BPCB Jambi, Iskandar Mulia Siregar.

Turut dihadiri  Konsultan Perencana, Tatang, Gubernur menyampaikan, berkenaan dengan Wisma Ranggam di Muntok, harus ada komitmen yang kuat.

“Wisma Ranggam sebagai salah satu Cagar Budaya peringkat nasional dengan status aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, harus dapat dikembalikan keasliannya, mulai dari keaslian material hingga keaslian bentuk Wisma Ranggam,” ujar Gubernur. 

Dipaparkan lebih lanjut oleh Gubernur, upaya pelestarian dan pengelolaan cagar budaya yang ada di Kota Muntok, dalam rangka mewujudkan Muntok sebagai Kota Heritage.

Erzaldi menilai, cagar-cagar budaya yang ada di Kota Muntok adalah potensi budaya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata mendukung kunjungan wisatawan datang ke Kabupaten Bangka Barat.

Selain itu, kata dia, dapat dimanfaatkan guna kepentingan pendidikan dan kepentingan kebudayaan itu sendiri.

Erzaldi berharap Cagar Budaya lainnya yang ada di Kota Muntok seperti Rumah Mayor, Kelenteng Kung Fuk Miao, Masjid Jamik, Menara Suar Tanjung Kalian dan Tanjung Ular, Wisma Menumbing dan Museum Timah Muntok serta lainnya yang nota bene  kepemilikannya beragam, dalam upaya pelestarian dan pengelolaannya, juga diperlukan pendanaan yang tidak sedikit, perlu pendaan dari berbagai sumber, yaitu Pemerintah, Pemprov, Pemerintah Kabupaten dan sumber pendanaan lainnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Erzaldi menyarankan perlu dibentuk Destination Management Organization (DMO) atau Forum Komunikasi Pengelola Muntok Heritage. Saran lainnya, perlu membuat branding baru untuk membentuk citra positif, mudah diingat masyarakat, sehingga mudah dipromosikan dan memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Muntok.  

Selain membahas mengenai Revitalisasi Wisma Ranggam dan Cagar Budaya yang ada di Muntok, Erzaldi juga menyampaikan mengenai pelestarian dan pengelolaan Situs Kota Kapur yang terletak di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

Ia berharap BPCB Jambi terus meningkatkan upaya pelestarian terhadap Situs Kota Kapur seperti yang tengah dikerjakan BPCB Jambi sekarang, dalam bentuk perlindungan melalui penetapan batas-batas keluasan dan pemanfaatan ruang melalui zonasi berdasarkan kajian studi mintakat dan kelayakan Kawasan Situs Kota Kapur yang sudah dilakukan sebelumnya.

Harapan kepada BPCB Jambi juga disampaikan Erzaldi, untuk dapat membantu peningkatan pemeringkatan Cagar Budaya Situs Kota Kapur dari peringkat kabupaten menjadi peringkat provinsi, agar Pemprov dapat berperan serta dalam upaya pelestarian dan pengelolaannya.     

Untuk itu, ditambahkan Gubernur Erzaldi, perlu pertemuan pertemuan lanjutan. Gubernur Erzaldi akan mengundang Kepala BPCB Jambi beserta jajarannya khusus bidang kebudayaan dapat hadir di Kantor Gubernur Babel pada 20 November 2019 mendatang.

Sementara itu, Kepala BPCB Jambi, didampingi Konsultan Perencana, memaparkan, pihaknya akan melakukan pemugaran antara lain berupa rehabilitasi bangunan utama yang terdiri dari pekerjaan atap bangunan dan plafon, dinding bangunan dan plesteran, kusen pintu dan jendela, instalasi listrik, serta pengecatan.

Selanjutnya, diungkapkan Konsultan Perencana, rehabilitasi bangunan dapur, WC dan pagar. Bangunan wisma ranggam akan diupayakan kembali pada bentuk aslinya, setidaknya mewakili masa gaya pada tahun 1890 hingga 1949.

Dalam kesempatan yang sama Staf Khusus Gubernur Bidang Kebudayaan, Hari Untoro Dradjat menyarankan, Kota Muntok untuk ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya yang dapat diajukan menjadi warisan dunia dengan memperhatikan kekayaan budaya masyarakat dan kandungan Cagar Budaya yang ada di Muntok.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Pongky/Ahmad
Fotografer: 
Pongky
Editor: 
Ahmad