Gubernur Babel Paparkan Strategi Penataan Tata Kelola Ekspor Lada

JAKARTA – Gubernur Babel, Erzaldi Rosman diminta menjadi narasumber bagi Peserta Kampanye Reformasi Birokrasi Nasional dan Pelepasan Peserta Pelatihan Reforn Leader Academy (RLA) Angkatan XIX pada Jumat (04/10/2019) pagi.

Gubernur Erzaldi memaparkan topik “Strategi Penataan Tata Kelola Ekspor Lada Babel untuk Meningkatkan Daya Saing” di Graha Makarti Bhakti Nagari Lantai 3 Kampus PPLPN LAN, Jalan Administrasi II Pejompongan Jakarta Pusat.

Dalam paparannya Gubernur menyatakan bahwa kita kalau tidak berbasis data kebijakannya akan bias. Dan one data yang disampaikan TPS sangat baik tapi implementasinya belum optimal. Jika tidak segera dilakukan berapa penting satu data , kita akan jadi Negara tertinggal. Karena kita mudah di adu,” ujar Gubernur.

Sebagai contoh saat Gubernur menghadiri forum internasional dimana hadir Negara Vietnam, laos, Malaysia, India dan Negara lainnya yang membahas mengenai lada. Lada adalah produk unggulan dari Indonesia dan disana data lada saya perdebatkan. Kita tidak sadar data lada dipermainkan mereka untuk mempengaruhi harga. Karena ketika suplay  berlebihan harga murah dan ketika suplay sedikit harga mahal,”ungkapnya.

“Menurut data produksi, lada Babel dalam setahun kurang lebih 30 ribu ton, ditambah lada dari daerah lain di Indonesia kisaran 30 ribu ton. “Jadi, kita dalam setahun produksi lada sekitar 60 ribu ton. Ternyata Vietnam berusaha membuat data itu menjadi naik. Pada saat data itu dinaikkan, maka mereka beli lada kita,mereka campur lada Babel dengan Lada Vietnam. Lada Babel itu lada terbaik. Kalau dicium harum dan aroma yang beda dari lada lain. Antara Lada Vietnam dan Lada Babel, ditegaskan Gubernur, terjadi perbedaan, sekitar 4 persen, terutama di pedasnya.

Gubernur minta kedepan yaitu komoditas lada dan timah disempurnakan agar bisa ada persaingan. Karena itu Gubernur Erzaldi telah memiliki Strategi Penataan Tata Kelola Ekspor Lada Babel. Diantaranya, kedepan, ekspor lada Babel hanya boleh dari Pelabuhan di Pulau Bangka dan Pelabuhan di Pulau Belitung.

Dengan beberapa langkah, satu diantaranya ekspor atau setiap lada yang keluar bagaimanapun caranya harus melalui Pelabuhan Pulau Bangka dan Belitung, kejayaan lada Babel, dan meningkatkan daya saing lada Babel bisa terwujud dan bersaing.

Sumber: 
Badan Penghubung
Penulis: 
Rahimah
Fotografer: 
Pongky
Editor: 
Pongky