Diorama Hutan Indonesia 30 Taman Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama dengan PT. Wahyu Promocitra, kembali menggelar rangkaian acara Pameran “ The 9th Indogreen Environment & Forestry Expo 2017” yang akan berlangsung di Hall B, Jakarta Convention Center, tanggal 13 – 16 April 2017, yang dibuka oleh Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepulaun Bangka Belitung, Bapak Hidayat Arsani, Kepala Dinas Kehutanan Kepulauan Bangka Beltung, Bapak Ir. Nazalyus,M.si dan Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Beltung.

Indogreen merupakan pameran lingkungan dan kehutanan terbesar di Indonesia sejak tahun 2009 dan Pameran Indogreen 2017 merupakan penyelenggaraan yang ke-9 setelah sebelumnya pernah dihelat pada 2009, kemudian 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2016, dengan mengangkat tema yang berbeda.

Pada 2017 ini, Pameran Indogreen mengusung tema KEBANGKITAN SEKTOR KEHUTANAN, dengan mengetengahkan Pesona Potensi Taman Nasional Indonesia, dan Pesona Potensi Produk Hutan Indonesia Non Kayu, termasuk energy Baru Terbarukan, Air, Tanaman Obat, Makanan, serta Teknologi pemanfaatan potensi kehutanan tersebut.

Dimana visi pengelolaan hutan Prov. Kep. Bangka Belitung adalah Terwujudnya Penyelenggaraan Kehutanan Lestari Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan”. Dimana luas daratan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 1.642.414 Ha, yang Fungsi Hutannya :

Pengelolaan Kawasan Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosisitemnya.

  1. Kawasan Hutan Suaka Alam adalah yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah system penyangga kehidupan.
  2. Kawasan Hutan Pelestarian Alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan system penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Pengelolaan Hutan Produksi Dan Hutan Lindung Lewat Konsep Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah tata kelola hutan lestari tidak dapat dilepaskan dari unsur pengelola. Hutan yang hanya diorentasikan kepada pemanfaatan hutan melalui pemberian izin semata dengan cara membagi-bagi seluruh kawasan hutan produksi.

Dimana potensi hasil hutan bukan kayu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalalah : Madu Pelawan, Jamur Pelawan, Teh Pelawan, Gaharu, Teh Gaharu, Madu Kelulut/Madu Trigona, Kerajinan Resam, Dodol Mangrove, Sirop Buah Pinang, Sirop Mangrove dan Teh Jus Pinang Muda.

Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi
Penulis: 
Adwin
Fotografer: 
Hendrik
Editor: 
Prima Indrasari