ACARA RUWAH KUBUR DI DESA KERETAK

Desa Keretak merupakan desa  yang terletak di Kecamatan Sungaiselan, Desa Keretak yang tidak jauh dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkalpinang menjadikannya mudah dijangkau baik oleh wisatawan domestik maupun asing.

Asal muasal Desa Keretak, konon banyak tumbuh pepohonan kelapa, namun pepohonan kelapa sangat sulit berbuah jikalau berbuahnya banyak berukuran kecil-kecil. Pada suatu ketika ada seseorang yang bernama Raden Kelip memberikan  saran untuk menancapkan gurita dari Palembang disetiap pohon kelapa, ternyata saran  Raden  Kelip berhasil membuat pohon  kelapa didesa Keretak menjadi lebat, Gurita atau Keretak inilah yang kemudian menjadi usul nama Desa Keretak.

Tradisi Ruwah Kubur yang rutin yang dilaksanakan menjelang datangnya bulan bulan suci Ramadhan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun pada tanggal 12 bulan Sya’ban setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Keretak Kecamatan Sungai Selan. Acara Ruwah Kubur tersebut berlangsung sangat meriah itu dapat ditandai dengan dengan jumlahnya mencapai ribuan orang. Acara Ruwah kubur berlangsung sejak pagi hari tersebut selain mengandung makna tradisi yang tinggi juga mengedepankan nilai agama yang kuat. Hal ini dapat dilihat dengan pembacaan Surat Yasin sebagai awal dibukanya acara yang diikuti oleh ribuan jamaah. Pembacaan Surat Yasin dilangsungkan dilapangan yang berdekatan dengan pekuburan desa dan dilajutkan dengan mendoakan arwah leluhur. Ruwahan Keretak atau sering disebut Ruwah Kubur adalah merupakan Pembacaan Yasin bersama di kuburan doa bagi ketengan jiwa orang yang telah berpulang ke Rahmatullah. Ruwah kubur ini dilakukan oleh keluarga, kerabat dan bahkan dilakukan beramai-ramai.  Desa  Keretak bersifat unik dan istimewa untuk menyambut Ruwah Kubur, karena dikemas dalam rangkaian acara ruwahan seperti  antara lain :

1. Pembacaan Yasin, Tahlil dan doa untuk para arwah yang telah meninggal dunia.

2. Nganggung bersama bersama bersifat gotong royong dimana masing-masing kepala keluarga membawa dulang yang berisikan makanan secara sukarela. 

3. Tabliq akbar yang mengundang penceramah tersohor di Indonesia. 

4. Pertunjukan seni Hadroh, Dambus sebagai ucapan terima kasih bagi para tamu.

    (Bahan dan Gambar : dari berbagai sumber)

Penulis: 
Adwin
Sumber: 
Badan Penghubung Provinsi

Artikel

01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi
01/12/2018 | Badan Penghubung Provinsi